Posted by: chamatz | September 5, 2008

Marhaban Ya Romadhon….

Bismillahhir Rohmaanir Rohiim…

Dengan (menyebut) nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang…

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (Q.S. Al-Baqoroh 183)

Hari ini memasuki hari kelima di bulan Romadhon dan hari ini juga merupakan jumat pertama di bulan yang mulia ini. Lalu, sudah sejauh manakah kita mengoptimalkan bulan ini yang tentunya lebih baik daripada sebelas bulan yang lainnya?? Penulis pun tidak dapat memungkiri bahwa penulis juga masih belum mengoptimalkannya secara maksimal. Namun, untuk hari-hari yang tersisa, kita harus bisa mempergunakannya dengan sebaik-baiknya.

Romadhon merupakan bulan yang penuh berkah, bulan yang mulia, bulan yang lebih baik di antara sebelas bulan lainnya. Pada saat inilah pintu-pintu pahala terbuka, setan-setan dibelenggu. Namun, bukan berarti kita bebas dari gangguan setan. Kita pun harus tetap waspada dan berlindung kepada-Nya agar kita tidak terkena tipu daya setan. Kita juga sebaiknya berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan agar tidak terperangkap dan terpedaya oleh bisikan-bisikan syetan, karena puasa itu tidak hanya menahan makan dan minum, tetapi juga melakukan kebaikan-kebaikan di dalamnya yang insya Allah akan mendapat ganjaran dari-Nya.

Lalu, sebenarnya apa sih puasa itu? Seperti yang ditulis sebelumnya, puasa itu tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan hawa nafsu dan hal-hal yang tidak baik yang akan meninggalkan pahala puasa. Bahkan hadits Rasulullah saw menyatakan bahwa banyak sekali orang-orang yang puasa, namun mereka tidak mendapatkan apa-apa kecuali hanyalah rasa lapar dan rasa haus seharian. Dengan melakukan kebaikan-kebaikan, seperti tilawah misalnya, mudah-mudahan kita bisa menghindarkan diri dari segolongan orang yang demikian itu.

Puasa itu dimulai dengan niat. Bisa di malam harinya ataupun menjelang sahur. Karena tanpa niat, maka puasa kita tidak akan sah.

“Barangsiapa tidak berniat puasa sebelum terbit fajar, maka tidak sah puasa baginya”

[HR Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah, Baihaqi, Nasa’i, dan Tirmidzi].

Niat bukan berarti diucapkan seperti sewaktu penulis dahulu diajarkan membaca “Nawaitu shomaghodhin…..dst”, tetapi cukuplah di dalam hati saja bahwa kita berniat untuk berpuasa. Bahkan, jika kita bangun sahur pun sudah termasuk niat. Ngga mungkin kan tiba-tiba saja ada orang yang bangun jam 3 untuk sarapan kecuali untuk ingin berpuasa hari itu.

Kemudian, kita pun berpuasa mulai dari terbit fajar sampai matahari terbenam. Pada saat matahari terbenam kita pun berbuka. Lalu, kita pun berbuka sebaiknya dengan berdoa. Doa yang penulis pelajari sewaktu masih kecil seperti “Allahumma laka shumtu……dst” juga bukan doa yang tepat sewaktu berpuasa, karena doa tersebut haditsnya dho’if. Doa yang sebaiknya kita baca adalah :

[Dzahabazh-zhoma-u wab-talatil-‘uruuqu wa tsabatal-ajru insyaa Allah]

yang artinya : “Rasa haus telah pergi dan urat-urat telah terbasahi serta telah ditetapkan pahala insya Allah” (HR. Abu Dawud, Baihaqi, Al-Hakim, Ibnu Sunni, Nasaa’i, dan Ad-Daruquthni)

Namun, walaupun puasa bukan berarti kita mengurangi aktivitas, bahkan tidak beraktivitas sama sekali. Memang kita seharian menahan lapar dan haus, ada kemungkinan kekuatan fisik kita tidak seoptimal hari-hari biasanya, namun kita harus memiliki tekad yang kuat dan niat yang kokoh agar kita bisa beraktivitas seoptimal mungkin karena apapun yang kita lakukan jikalau hal tersebut baik, maka insya Allah akan mendapat pahala dari-Nya.

Setelah Romadhon selesai, bukan berarti kita bisa bebas berbuat “seenak’e dewe”. Setelah sebulan menahan makan dan minum, di bulan Syawal langsung makan yang banyak. Bukan hal tersebut yang diharapkan setelah Romadhon selesai. Walaupun nantinya insya Allah kita kembali kepada kefitrahan kita, bukan berarti kita langsung mengotorinya dengan perbuatan-perbuatan yang kurang baik. Bulan Syawal merupakan bulan pertama untuk menerapkan kebaikan-kebaikan yang kita pelajari di bulan Romadhon. Dan juga kita harus berharap agar kita bisa menemui bulan Romadhon selanjutnya. Karena para sahabat Rasullullah saw. jika di akhir Romadhon, mereka sedih memikirkan apakah akan bertemu kembali Romadhon selanjutnya. Kita pun juga seharusnya demikian, berharap dan berdoa agar kita dipertemukan kembali Romadhon selanjutnya.

So, kita harus bisa mengoptimalkan hari-hari Romadhon yang tersisa, jumat demi jumat, dan akhirnya insya Allah menjelang ’Idul Fitri kita akan menjadi suci kembali seperti seorang bayi yang baru dilahirkan ke dunia ini. Semoga yang telah kita lakukan di Romadhon ini nantinya, akan diberikan ganjaran yang berlipat ganda dari-Nya sehingga kita pun bisa mendapatkan kemenangan setelah ”lulus” di bulan yang mulia ini. Amiiin…


Responses

  1. Wah ternyata antum benar benar memanfaatkan ramadhan ini untuk mencari pahala, nha ni buktina mosting ni.. Wah mesti niru ah

  2. Pertamaxxx….
    Selamat menunaikan ibadah Puasa ya Mat. hwehehehe…

  3. “So, kita harus bisa mengoptimalkan hari-hari Romadhon yang tersisa, ….”

    hati-hati klo di lab ???? hehehe…..

  4. update…

  5. subhanallah chamatz ^_^
    ayo2, 10 hari terakhir ni
    harus optimal! =)

  6. mat, ramadhan nya udah kelar nih…🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: